Saat Langit Suram Menyapa Senja

Apa yang lebih indah daripada sore hari, dengan sebuah inspirasi yang terselip ketika senja bersolek dibalik horison, sambil menulis sebuah cerita dan ditemani kentalnya secangkir kopi hitam yang pekat?

Saat itu langit terlanjur gelap untuk kemudian bisa dipahami sebagai atap bumi. Mendung yang berarak, sore itu, membuat suasana senja yang beraroma kemuning tiba-tiba luluh dalam satu warna, abu-abu.

Semua hiruk pikuk dan denting keramaian yang sebelumnya masih ada sekejap berhenti begitu saja. Seperti seseorang dikejauhan menekan tombol stop dalam remot Mahakuasa. Mendung memang selalu membuat kesal siapapun yang sedang bersenang-senang di luar ruangan.

Sementara keramaian berangsur-angsur hilang, hujan pun seketika datang. Ditemani dengan gemuruh petir menyambar, riuh angin dan lampu-lampu yang mulai menyala. Namun sisanya masih sunyi. Hawa pun semakin dingin dan gelap pelan-pelan menyergap.

Awalnya saya hanya sedang ingin menghabiskan waktu senggang akibat hujan deras, yang bulir-bulirnya riuh berjatuhan di halaman rumah, yang wanginya mengirimkan sepasukan aroma tanah basah. Dan saya pun terdiam dengan jari jemari terus menulis dan menulis dan menulis.

Saya kira menulis itu soal menuangkan apa yang ada dalam pikiran dan membiarkanya melantur seperti anak-anak yang bermain perang. Lalu merapikannya pelan-pelan dan memberikan sebuah batasan yang jelas perihal apa saja yang hendak disampaikan dan apa yang tidak. Tapi rupanya menulis itu semacam membuka keran air dengan tangki sebesar lautan. Seperti banjir air bah yang kemudian menghanyutkan hal-hal remeh yang terlalu susah untuk ingat.

Lalu saya pun menatap senja yang telah pudar itu benar-benar menjadi gelap yang terlalu pekat. Dan ketika sedang asik menulis pada bagian klimaks catatan yang semula kecil perlahan jadi panjang, sebuah riuh bebunyian terdengar. Tapi saya terlalu acuh untuk kemudian berhenti dan peduli.

Malam akhirnya benar-benar tiba dan serangkaian cahaya serupa barisan kunang-kunang mulai bermunculan. Menciptakan bias warna merah, biru, kuning, hijau, dan putih polos. Tembok tembok yang kemudian temaram menjadi angkuh dengan lunturan warna. Saya pun masih tak peduli dan terus menulis catatan kecil yang menjadi panjang. Seperti sebuah janji  tak akan ada istirahat sebelum usai penaklukan.

“Kriiuiuiuiuiuiuiuik” dan bunyi keparat itu benar-benar memecah konsentrasi yang sedari pagi bangun dengan motivasi keangkuhan. Saya terpaksa harus tunduk kali ini. Rokok Marlboro sisa tadi malam tinggal ampas. Dengan malas saya berdiri berjenjang dan mulai menenggak air tawar. Seperti penawar dari semua racun yang menemani habis seharian.

Sedikit lagi selesai. Begitu saja dalam pikiran saya terus menerus berulang-ulang dan terus menerus. Menyelesaikan catatan kecil yang terlanjur panjang. Saya pun membacanya pelan-pelan. Dengan kerendahan hati seorang pendosa. Di tengah keheningan malam yang bahkan tak satupun setan yang sudi gentayangan. Lantas saya berkata lirih “Meh kok jadinya puisi galau?”

Terdengar ketukan panjang pada keyboard.

“Ctrl Alt Del.”

Jingga kala senja

Sayang…
Sore ini kotaku mendung. Langit hitam namun tak jua hujan..

Beberapa rintik sempat jatuh kebumi. Beberapa saja, tak mampu membasahi dahaga rumput, bahkan tak lebih basah dari embun pagi.

Kau tau sayang..aku menyukai hujan pertama yang jatuh ke bumi. Aku suka saat titik air terburu mencumbu tanah. Aku anggap sebagai cara langit memeluk bumi.

Aku suka melihat daun yang bergoyang di gelitik hujan. Daun menari dengan iringan rintik yang memukul mukul atap dan kaca jendela.

Aku suka melihat kanak kanak yang bertelanjang kaki, berlari dibawah guyuran rindu langit pada bumi.

Dan setelah hujan reda, ini yang aku sukai aroma tanah basah, katanya disebabkan oleh sejenis bakteri. Petrichor! Aroma yang memberikan efek menenangkan.

Tapi..sore ini tak ada langit mencumbu bumi, tak ada daun menari, tak ada kanak kanak berlari, tak tercium aroma petrichor. Mendung saja..tanpa hujan.

Tapi setidaknya ini mendung.. Langit melankolis magis. Dan aku punya harapan sebentar lagi hujan. Entah sebentar dalam hitungan jam atau hari.

Kalau hujan saja bisa kurindui, kutunggu sampai seperti ini. Apalagi kamu..
Separuh nafasku..
Lelaki yang dengannya surga terasa lebih dekat 🙂

Tips Travel Murah Ke Jepang: Stella Lee

Halo semuanya. Kemarin baru bertemu sama temenku, si Julian Tanoto, nah dia bilang kayaknya yang lagi ngetrend itu pergi ke Jepang sekarang. Semua orang pergi ke Jepang dan foto foto soal Jepang itu melanglang buana di Instagram semua orang. Dan menurutku, iya banget. Pertama kali aku ke Jepang tuh kayaknya masih kehitung jari deh orang orang kenalanku yang pernah kesana. Sekarang kayaknya kalau enggak pernah ke Jepang gak afdol gitu lol Tapi kurasa ini juga disebabkan karena banyaknya tiket-tiket murah dan website-website yang mempromosikan tur ke Jepang sehingga Jepang sudah bukan sekedar impian jauh, tetapi sudah dekat!

Banyak banget nih yang suka bilang mereka mau ke Jepang tetapi pada bilang kayaknya mahal, bingung nanti kalau membludak bagaimana, dan lain sebagainya. Tetapi sebenernya menurutku sekarang itu pergi ke Jepang sangat sangat affordable dibandingkan sebelum-sebelumnya. Atau mungkin karena aku sudah sering pergi kesana jadinya aku tahu sela-selanya, nah makanya kali ini kepikiran untuk membuat blog post ini supaya orang Indonesia bisa tahu tips travel murah ke jepang ala Stella Lee 🙂

pick up your backpack and let’s go~



1. Tiket Pesawat
Selain rajin-rajin melihat berita dan mengunjungi Travel Fair, jangan lupa subscribe ke beberapa airline tertentu untuk mengetahui discount and promotional event. Aku sangat sangat merekomendasikan ANA dan Garuda Indonesiauntuk pergi ke Jepang. Banyak yang mengira harga tiket mereka mahal, tetapi enggak kalau kalian memikirkan beberapa benefitnya. Temenku saja juga pernah kok ke Jepang pas musim Sakura dan cuman 5jt all in seorang pakai Garuda

Banyak yang pada bilang katanya mau pakai Air Asia or other low cost airlines saja tapi sebenarnya menurutku sama saja kok. Air Asia itu harus transit ke Malaysia dulu dan kita buang waktu 4-6 jam untuk nungguin next flight, jadi tentu kita harus bayar makan dan minum selama menunggu. Lalu di AA juga gak dapet makan, dan bagasi kita artinya bayarnya double dari Indo-KL dan KL-Jepang

Kalau di ANA atau Garuda, kita 7 jam perjalanan, biasanya malam flight dan pagi sudah sampai di Jepang jadi jem terbangnya itu nyaman buat kita. Pelayanan ramah, makanan enak, dan kursinya empuk. Jadi sampai di Jepang pun segar dan sehat walafiat. Lalu kalau Garuda itu dapat bagasi 23 kg tapi kalau pulang ke Indo setahuku dapet tambahan 1 bagasi lagi [jadi kalian bisa beli koper atau tas lipat tambahan disana], sedangkan ANA lagi ada promo 2 koper x 23 kg untuk penerbangan ke Jepang. Harga tiket promo ANA & Garuda itu berkisar antara 4,5 – 7 juta, tergantung hoki dan pinter2nya nyari. Kecuali kalau kalian sama sekali ga mau bawa koper, gamau makan, rela nunggu di airport dan beneran backpack, ya bolehlah cek2 Air Asia


Kalian juga bisa cari tiket melalui situs-situs flight, yang paling aku suka itu MOMONDO, soalnya gampang banget dipakenya dan langsung menunjukkan statistik dan data untuk tanggal yang harga tiketnya murah atau mahal. Nanti keluar beberapa pilihan lain yang bisa dipilih selain ANA dan Garuda. Lalu pastikan kalian selalu beli penerbangan ke HANEDA, bukan NARITA. Soalnya Narita itu super jauh. Kayak dari Bogor gitu mau ke Jakarta kali, dan kalian satu kali jalan dari Narita ke Tokyo [2 jam] itu harus pakai bus / kereta yang sekali jalan 3000 yen. Kalau ke Haneda, cuman 30 menit dan palingan naik kereta ga sampe 1000 yen


Perkiraan harga tiket : Rp 5.000.000 – Rp 6.000.000 [kalau promo]




2. Tempat Tinggal
Cara yang paling murah itu tentu saja dengan numpang di rumah kenalan. Tetapi jangan sampai jadi tamu yang tidak tahu diri. Pastikan kamu membawa beberapa cinderamata atau oleh oleh kepada orang yang menampungmu, mulai dari makanan, baju, atau pernak pernik lainnya

Tetapi kalau tidak punya teman yang bisa ditumpangi, aku menyarankan memilih apartemen karena harga yang lebih murah. Lebih oke lagi bila kamu pergi ke Jepang bersama teman-temanmu sehingga makin irit. Rekomendasiku tentu sajaAirBnB [kalau kalian klik melalui link tsb, nanti akan dapet free travel credit Rp 300.000-an]. Aku sendiri tidak pernah menggunakan AirBnB selama di Jepang karena biasanya numpang di rumah temen atau stay di hotel sponsor, tetapi beberapa temanku menggunakannya dan aku pernah main ke apartemen tsb. Apartemen Jepang itu bersih, dan enaknya kita bisa masak juga jadi bisa menghemat biaya makan. Ukurannya pun tidak sekecil yang aku kira dan harganya berkisar di antara Rp 500.000 – Rp 1.000.000, tinggal kalian bagi deh bareng temen-temen jadi cukup affordable!

Kalau kalian punya budget lebih, kalian boleh stay di hotel. Aku tidak merekomendasikan Love Hotel atau Kapsul Hotel atau Internet Cafe walau banyak yang merekomendasikannya. Sebab kalian tidak bisa meninggalkan koper dan barang-barang ketika bepergian, karena kalian hanya numpang stay beberapa jam saja. Kalau kalian mau cari hotel, cekMomondo yang tadi juga bisa 😀

Lokasi yang aku sarankan untuk kalian stay itu di Shinagawa atau area Yamanote Line. Kenapa Shinagawa? Karena Shinagawa itu ada kereta akses langsung ke Haneda, jadi gak repot gerek2 koper kebanyakan dari stasiun satu ke stasiun lain. Shinagawa itu juga termasuk area Yamanote Line. Yamanote Line itu jalur yang paling ramai di Jepang dan biasanya kalau mau jalan2 yah di area yamanote line saja. Selain menghemat transportasi, juga gak ribet gonta ganti kereta yang memusingkan. Yang ada di Yamanote Line itu = Shibuya, Harajuku, Shinjuku, Ikebukuro, Tokyo, Ueno, Akihabara, dll.


Perkiraan tempat tinggal : Rp 300.000 – 500.000 per malam per orang



3. Transportasi
Transportasi itu cukup mahal di Jepang, kalau kalian mau stay di Tokyo saja, aku sarankan kalian membeli Suica yang bisa diisi pulsanya. Kalian bisa beli Suica itu di indomaretnya Jepang. Biasanya sekali jalan yang dekat itu mulai dari 130 yen. Kalau dari Shibuya ke Harajuku itu deket banget dan bisa ditempuh dengan jalan kaki 15 menit. Lumayan hemat 130 yen!

Peta Jepang itu emang musingin banget, jadi pastiin kalau kalian tahu dari mana ke mana sebelum nyasar. Yang paling penting di hidupku ketika berada di Jepang yakni situs Hyperdia dimana kita tinggal tulis mau kemana dari mana, dan nanti akan keluar jam-jamnya berikut platform mana yang harus dicari, serta estimasi harganya. Ini SUPER DUPER PENTING jadi pastikan kalian cek dulu ini. Kereta Jepang itu selalu on time jadi jangan sampai telat

Untuk taksi sendiri aku enggak merekomendasikannya kalau untuk jarak yang jauh. Dulu aku ogah banget naik taksi karena mahal, sekali masuk aja 700-770 yen, itu udah bisa sekali makan di Jepang duh. Tapi kalau kalian rame-rame [ber-4 maksimal] dan mau ke area yang dekat, misalnya hanya beda 2-3 stasiun dari tempat kalian dan area tersebut agak susah masuk2 gang yang gak jelas, bolehlah kalian taksian karena hanya sekitar 1000-1300 yen palingan. Dan menurutku harga nya gak begitu buruk sih karena kadang kita nyari-nyari tempat itu susah banget dan naik kereta + jalan kesana kesininya itu makan waktu abis. Dulu aku dari hotelku di Shinagawa, naik taksi ke Ebisu dan cuman ngabisin 1400 yen an kalau gak salah

Tapi jangan coba-coba naik taksi terus-terusan sebab harganya itu mahal banget. Dulu aku pernah dari Disneysea balik ke hotel di Shinagawa. Itu palingan cuman 30 menit tapi jadi sekitar 8000 yen. Dan dulu pernah aku dari Roppongi ke Hiyoshi sekitar 45 menit, itu sekitar 10ribu yen kalau gak salah. Nah kalau udah malam dan kereta sudah habis dan pilihan hanya tinggal taksi, baru lah kalian boleh stay di internet cafe atau capsule hotel yang hanya 4000 yen an semalam. Lebih murah, baru pulangnya pagi naik kereta 🙂

Usahakan untuk stay di area yang sama dalam satu harian untuk menghindari ongkos kereta yang bolak balik. Seharian 1000 yen juga sudah cukup kok kalau naik kereta ke tempat-tempat standard. Hanya Disneyland area yang agak jauh [di Maihama] karena itu bukan di Tokyo tapi di Chiba, jadi kayak ke Bogor gitu lah

Nah kalau kalian mau menjelajah ke kota-kota lain, enggak di Tokyo doang. Kalian kudu banget beli yang namanya JR Pass. JR Pass ini cuman bisa dibeli oleh turis asing karena harganya yang super murah. Misal kalian mau ke Osaka pakai Shinkansen, sekali jalan aja sekitaran Rp 1.200.000 an, jadi bolak balik udah 2,4jt. JR Pass sendiri harganya mulai dari sekitaran 3 juta, dan kalian BEBAS mau keliling Jepang kemana aja menggunakan shinkasen selama hari yang ditentukan. Banyak tur-tur maupun website yang menjual JR Pass dan kalian bisa pilih dan bandingkan harga-harganya. Tapi kalau mau bener2 berbudget ria, gak usah keliling2 dulu, main aja di Tokyo sampai puas

Perkiraan biaya transportasi : Rp 100.000 – Rp 150.000 per hari

 
JR Passnya si Anggi




4. Makanan
Makanan di Jepang itu bisa murah banget, dan bisa mahal banget. Tetapi biasanya aku memberikan budget 2000 yen sehari. Makan pagi itu makan onigiri atau beli apa kek murah di konbini, atau kalau kalian stay di apartemen, kalian bisa masak sendiri entah indomie yang dibawa dari Indo, atau instant ramen yang ada di Jepang. Aku pernah membahas soal Makanan Murah di Jepang juga di blogpost ku sebelumnya. Menurutku 2000 yen sehari itu sudah oke banget asal kalian teliti mencari. Bisa juga bertahan dengan 1000 yen sehari kok kalau super irit. Apalagi di sana rata-rata tidak dikenakan pajak lagi karena sudah all in, dan minuman gratis. Bawa deh tuh botol minum dan tinggal kalian isi airnya hahahaha!

Oh ya bagi yang gak makan babi, banyak juga kok restoran yang tidak menyediakan babi. Pilihannya bisa makan Udon, Tempura, Sashimi, Sushi, dll. Kalian juga bisa bertanya ke staffnya apakah makanan ini mengandung babi atau tidak untuk lebih memastikan. Biasanya ramen itu ada babinya tapi ada juga yang vegetarian atau seafood ramen, banyak banget pilihan di Jepang jadi tidak usah takut. Makanan di konbini [convenience store] nya Jepang juga enak kok, baik dari onigiri maupun bentonya itu layak dimakan banget. Aku hobinya kalau pagi pagi juga makan sandwhichnya soalnya enak

Katanya sih kalau sudah mau tutup konbininya, biasa malem2 bentonya itu disale sampai setengah harga. Aku sih belum pernah coba soalnya biasa sudah leha-leha di ranjang. Oiya, makanan di Jepang itu juga super gede bagi porsi orang Indonesia jadi bagi kalian cewek-cewek, bisa juga pesen satu dulu dan cek itu cukup atau tidak. Hindari pergi ke Izakaya atau tempat orang minum-minum karena biasanya mereka kenakan table charge dan minimum order sehingga harganya bisa lebih mahal.

erkiraan biaya makan : Rp 150.000 – Rp 250.000 per hari


5. Tiket Masuk
Nah kayaknya gak lengkap kalau ke Jepang gak ke kuilnya atau ke taman bermainnya. Untuk kuil seperti Asakusa atau Meiji Jingu sih bakalan gratis, tapi biasanya kuil di Kyoto itu berbayar. Sekitaran 300 yen gitu per sekali masuk. Untuk taman bermain sih harganya udah fix ya gak bisa ditawar, yang jadi problem adalah mau masuk atau enggak. Tapi udah jauh-jauh ke Jepang, ya pergi lah minimal satu. Rekomendasiku banget yakni Disney Sea dibandingin Disney Land. Kenapa? Karena permainan lebih seru, tempatnya lebih bagus buat foto-foto, lebih baru [gak kuno] desainnya, dan yang jelas cuman ada satu-satunya di dunia. Tapi kalau punya budget lebih, mendingan kalian beli 2 hari. Harga 1 hari di Disney itu 6900 yen dan 2 hari 12.900 yen seperti yang bisa dicek di website Tokyo Disney Resort.

Sedangkan untuk tiket masuk atraksi-atraksi lainnya di Tokyo, banyak kok yang gratis. Misal pergi ke Ueno Parknya untuk menikmati taman, atau ke pusat berbelanja di Shibuya, ngeliatin orang-orang fashionable di Harajuku, jalan-jalan keliling Akihabara untuk lihat-lihat kebudayaan anime dan manga, pergi ke Odaiba untuk melihat Rainbow Bridge dan foto bareng Gundam, dan lain sebagainya. Selain Disney, ada beberapa taman bermain juga di sekitar Tokyo yang bisa kamu kunjungi seperti Sanrio Puroland, Edo Wonderland, Fuji Q Theme Park, dll.


6. Internet
Ini sih wajib banget di jaman sekarang. Selain kalian bisa gunakan untuk keep contact sama teman-teman yang lagi jalan sama kalian [kalau misalnya satu ada yang ilang kan berabe], juga untuk ngecek GPS dan Hyperdia. Sampai 1,5 tahun lalu sih XL ada promosi gratis roaming untuk pelanggan pascabayar dan karena kebetulan aku pengguna, jadi aku gunakan promosi tersebut. Dulu gratis 3 hari kemudian perharinya dikenakan sekitar Rp 30.000 which is menurutku not bad lah. Tapi sekarang sudah enggak ada, kurang tahu apakah ada promosi sejenis dari provider lokal yang bekerja sama tetapi coba cek cek juga deh sebelum memutuskan menyewa pocket wifi

Pocket wifi itu harganya cukup mahal sekitar 100 ribu per harinya. Kalau kalian pergi rame-rame, mungkin tidak akan terlalu berasa karena akhirnya patungan. Tetapi kalau untuk sendiri, aku lebih menyarankan membeli sim card khusus untuk internet saja. Terakhir aku beli B-Mobile untuk 14 hari, dan harganya hanya sekitar 4000 yen. Jadi perharinya sekitar 30ribu.  Kalau kalian stay kurang dari 14 hari, bisa ambil yang 1GB dengan harga yang sama tapi lebih cepat. Mau lebih murah lagi juga bisa kalau bareng temen, tinggal pake 1 handphone aja untuk aktivasi internet dan kalau yang lain butuh baru di tethering 

Biasa di hotel atau apartemen sudah ada internet jadi gunakan hanya di luar saja. Waktu Anggi nginep di Jepang pakai AirBnB, host rumahnya malah baik sampe minjemin pocket wifi juga secara cuma-cuma.


Perkiraan biaya internet : Rp 30.000 – Rp 50.000 per hari

 



7. Oleh-Oleh

Biasanya orang Indonesia itu rempong banget belanjain oleh oleh. Terakhir terakhir sih aku enggak pernah mau bawain oleh oleh atau dititipin karena waktunya habis buat belanjain barang orang, sementara aku sendiri gak dapet apa apa. Mana koper itu kan terbatas dan nanti pulang ribet musti kirim-kirimin ke mereka. Jadi paling yang beneran aku beliin itu kalau sekalian lewat atau bener-bener deket. Tapi kalau kamu masih mau berbaik hati memberikan kebahagiaan bagi banyak orang, ada beberapa oleh-oleh yang aku rekomendasikan. Kalian harus belanjanya di Daiso! Selain murah meriah, banyak banget jenisnya. Atau kalian juga bisa ke supermarket atau konbini di Jepang dan beliin oleh-oleh. Yang paling aku suka yaitu beliin Furikake yang semacam abon Jepang. Ini harganya cuman 100 yen dan banyak rasa. Daiso di Jepang itu beda sama Daiso disini, variannya lebih banyak! Aku rekomen Daiso di Harajuku karena itu super gede dan lengkap banget
Jangan pernah beliin gantungan kunci, udah gak guna, gak bakalan dipake, di Jepang harganya mahal [300 yen-an], orang yang dikasih juga biasa gak ngehargain wkwk. Mendingan kamu beliin makanan kecil-kecil deh. Furikake itu enteng dibawa, makanannya ini ditaruh di atas nasi, rasanya unik-unik dan seru banget. Biasanya orang yang aku kasih ini sih pada seneng-seneng. Kalian juga bisa beli semacam kue dalam satu dus yang emang khas daerah. Biasanya harga berkisar dari 500 – 1000 yen per dus dan isinya ada sekitar 10-20 pieces. Buat kamu yang sekolah atau kerja, kalian bisa beli satu box untuk satu teman sekelas atau satu orang sekantor. Isinya itu kue kue kering, mochi, manisan, dan biskuit. Packagingnya pun lucu-lucu. Aku rekomendasi kalau kalian mau belanja ginian tuh di Don Quixote nya Akihabara. Kenapa? Karena packagingnya itu biasanya lebih anime-anime banget jadi keliatan banget Jepangnya
Aku pernah beli oleh2 kue-kue di Disney, JANGAN BELI. Udah gak enak, mahal lagi. Rasanya kata temenku malah kayak Regal LOL Biasa aku hobinya beliin mochi yang bermacam-macam rasa, nah tempatnya tuh di Don Quixote [DonKi] Akihabara. Itu harganya yang box kecil 500 yen dan bikin nagih. Selain itu kalian juga bisa beliin semacam permen permen
Selain itu kalian juga bisa kasihin cewek-cewek semacam beauty items. Yang paling bisa dibagiin dan murah-murah itu hand cream, lipstick, lip balm, dan item item kecil. Palingan 300-700 yen per orang. Selain hemat space di koper, harganya juga gak bikin kantong terlalu peret. Kalian bisa beli ini diMatsumoto Kiyoshi yang pernah aku blog juga sebelumnya



Perkiraan biaya internet : Rp 500.000 – Rp 1.000.000 juga udah cukup banget buat bagi-bagi sekampung kalau kalian ikutin saranku

 



Di luar itu kamu juga harus memperhitungkan harga visa, walau sekarang sudah bebas visa khusus untuk pemegang E-Passport [tapi tetap harus daftar dahulu] yang seharga Rp 330.000 untuk single visa
Tapi spesial untuk pelajar, visa itu GRATIS jadi kalian tenang saja. Untuk kejelasannya kalian bisa urus sendiri dengan cek website Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Selama ini aku menggunakan visa Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri sebab form-formnya lebih gak ribet daripada yang lain.
Lokasi kedutaan besar Jepang itu ada di sebelah The Plaza & Plaza Indonesia. Siapkan minimal 4 hari kerja ya.



Oiya bocoran bagi yang takut visanya gak lolos. Tabungan kalian gak harus banyak untuk bisa pergi ke Jepang. Cara mendapatkan visa jepang itu cukup gampang, selama formulir-formulirnya lengkap biasanya pasti diterima. Yang paling ditakutkan adalah masalah rekening dan aku belajarin ini dari temenku yang bolak balik Jepang terus

Kalau kalian mau pergi ke Jepang untuk 7 hari, tabungan 10 juta di bank mu itu sudah lebih dari cukup. Intinya kedutaan bakalan ngecek kalau kamu pergi 7 hari, sehari itu dihitung 1 juta oleh mereka. Jadi minimal ada 7 juta pun kamu bisa lolos
Kalau kamu pergi sebulan, ya baru siapkan 30 juta di tabungan

Tapi pastikan juga kalau kamu nulis itinerarynya masuk akal sedikit. Kalau di tabunganmu cuman 7 juta untuk 7 hari liburan, dan kamu tulis kamu mau ke Osaka, Kyoto, Nara, Nagoya dan pergi ke banyak taman bermain, notabene pasti gak bakalan cukup tuh duit dan kamu bisa dikira mau jadi TKW disana

Visa Jepang itu berlaku 3 bulan dari setelah visa dikeluarkan, jadi kalau kamu sudah beli tiket sekarang untuk tahun depan, kamu baru bisa buat visanya itu 3 bulan sebelum keberangkatan paling cepat. Ga usa buat visanya sekarang karena nanti malah expired duluan visanya

Jadi kalau ngikutin skedul di atas, anggap kalian 7 hari 6 malam ya untuk jalan-jalan di Tokyo
Tiket pesawat = Rp 6.000.000
Hotel – Rp 400.000 / malam x 6 = Rp 2.400.000
Transportasi di Tokyo : Rp 150.000 x 7 = Rp 1.050.000
Makan di Tokyo : Rp 200.000 x 7 = Rp 1.400.000
Disney 1 hari = Rp 750.000
Oleh-oleh = Rp 500.000
Internet = Rp 400.000
Total = Rp 12.500.000
Estimasi harga ini bisa lebih murah ataupun lebih mahal tergantung gaya hidup kamu lagi ya. Kalau ketemu tiket yang harganya 5 juta itu juga bisa membantu banget. Dan kalau kamu mau keliling ke daerah lain pakai JR Pass, jadi tinggal ditambah harga JR Pass, lalu tambah entrance ticket yang mau kamu datengin. Lalu kamu juga bisa siapin budget untuk shopping pribadi misalnya beli sepatu, make up, atau makanan untuk diri sendiri
Nah, begitu deh untuk tips travel murah ke Jepang. Walaupun ini bukan harga yang sebagian besar orang Indonesia bisa bayar sekarang juga, tetapi kalau kalian menabung dan ngirit yang niat, bisa kecapai kok angka tersebut 🙂
Jangan lupa perginya sama temen yang enak, dan punya visi misi holiday yang sama. Gak enak dong kalau kamu ke Jepang niatnya mau ngirit dan makan di pinggir jalan aja udah bahagia, tau taunya temen kamu maunya pake taksi dan makan sushi mahal terus.
Smoga tips ini berguna bagi kalian, dan boleh dishare untuk teman-teman yang mau ke Jepang 😀
Boleh difollow juga social mediaku yang lain untuk update soal Jepang maupun Beauty dan Travel stuffs lainnya 🙂

Perjalanan Ke Eropa: Indra Prasetya Nugraha

Friday, December 19, 2014

Berapa Biaya Perjalanan ke Eropa?

Setelah sebelumnya saya menulis tentangitinerary ke Eropa, kali ini saya ingin menjawab pertanyaan yang sering sekali diajukan kepada saya. Berapa biaya perjalanan ke Eropa? Mari kita bedah satu per satu.
Tiket Pesawat
Inilah pos pengeluaran terbesar dari perjalanan ke Eropa. Dan jadi lebih besar lagi karena kurs Rupiah saat ini sedang lemah. Harga tiket pesawat ke Eropa rata-rata sekitar USD800 s.d 1.200 atau antara Rp 10juta s.d 14juta. Namun bukan berarti tidak pernah lebih murah dari itu. Kalau tiket dari Jakarta mahal, coba cari tiket dari Singapura ataupun Kuala Lumpur. Ini karena tiket menuju kedua kota tersebut dari beberapa kota di Indonesia relatif murah dan dari kedua kota tersebut relatif sering ada tiket promo ke Eropa. Saya sendiri pernah memperoleh tiket seharga SGD900-1.000 untuk penerbangan dari Singapura. Jadi kesimpulannya, rajin-rajinlah mencari alternatif kota keberangkatan. Jangan hanya terpaku dengan Jakarta saja.
Dimana mencarinya? Untuk mempermudah, bisa menggunakan situs pencarian sepertiwww.skyscanner.co.id dan sejenisnya. Situs tersebut akan membantu mengkompilasikan situs-situs maskapai dan agen perjalanan sehingga memudahkan kita. Jika sudah ketemu tarif, rute dan jadwal yang cocok, kita akan diarahkan menuju masing-masing situs maskapai atau agen perjalanan yang dipilih. Namun terkadang harga yang tertera di situs ini belum ter-update.
 
Biaya Terbesar: Tiket Pesawat ke Eropa

Penginapan
Tarif penginapan hemat di Eropa berkisar antara EUR 20-40 per orang. Ini berlaku untuk kamar dorm di hostel maupun kamar privat. Kalau di kamar privat ya berarti dikalikan dua karena satu kamar bisa untuk dua orang. Jadi sebenarnya kamar privat maupun dorm itu tarifnya sama saja. Untuk mencari penginapan, selama ini saya mengandalkanwww.hostelbookers.com danwww.booking.com meskipun masih banyak lagi situs pemesanan kamar lainnya. Yang perlu diingat saat mencari penginapan, jangan lupa memperhatikan review-nya. Lebih spesifik lagi, perhatikan nilai skor dan jumlah respondennya. Skor bagus tapi responden sedikit belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya. Selain itu, perhatikan pula lokasinya. Tarif murah tapi jauh dari pusat atraksi akan menambah pengeluaran transportasi. Dan terakhir, sebisa mungkin mencari penginapan yang menawarkan fasilitas sarapan gratis.
 

Kamar dorm
Makan
Untuk makanan lengkap sih berkisar antara EUR10-20 sekali makan. Tapi saya tidak pernah makan semahal itu. Biasanya saya hanya makan roti dengan berbagai toppingatau isi. Pernah juga masak jika tersedia fasilitas dapur di penginapan. Sementara untuk sarapan di penginapan, menu standarnya adalah roti dan sereal.
Transportasi di Eropa
Untuk transportasi dalam kota, tarif metro/tram sekitar EUR1-2. Tapi berita baiknya, banyak kota di Eropa yang pusat atraksinya dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Sebut saja Amsterdam, Brussels, Roma, Istanbul, Porto, Lisbon, Madrid, dan Barcelona.
Sementara untuk transportasi antar kota/negara, tersedia bus, kereta, dan maskapai low cost yang tarifnya cukup terjangkau.
Biaya Lainnya
Salah satunya adalah biaya masuk pusat atraksi. Memang banyak yang mengenakan tarif masuk meskipun yang gratis juga tak kalah banyak. Kita bisa memilih atraksi yang menjadi prioritas saja. Selain itu, perlu juga menyediakan cadangan dana untuk pengeluaran tidak terduga seperti ketinggalan pesawat.
Total Biaya
Berdasarkan pengalaman saya, lebih kurang sekitar Rp20juta untuk perjalanan selama 3minggu. Rinciannya, tiket pesawat menuju Eropa sekitar Rp8juta, tiket transportasi antar kota/negara sekitar Rp5juta, dan uang cashyang saya habiskan sekitar Rp7juta atau EUR500. Uang tersebut terpakai untuk membayar biaya penginapan, tiket masuk atraksi, makan dan souvenir.
Mahal? Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat. Jika dibandingkan dengantraveling di dalam negeri atau negara-negara di Asia tentu saja mahal. Tapi jika dibandingkan dengan harga paket tur yang ditawarkan agen perjalanan, tentu saja tergolong murah.
Tips Merealisasikan Perjalanan ke Eropa
Bagi saya pribadi, biaya perjalanan ke Eropa tergolong mahal. Apalagi jika dibandingkan dengan penghasilan saya. Lalu bagaimana saya bisa pergi ke Eropa? Gini ceritanya,,,,
Pertama. Kira-kira 3-6 bulan sebelum berangkat, saya nekat beli dulu tiket pesawat promo ke Eropa. Ini sangat berisiko terutama karena WNI perlu apply visa yang ada kemungkinan ditolak. Sementara tiket promo yang sudah telanjur dibeli biasanyaunrefundable.  Tapi kalau tiketnya kelewat murah (untuk ukuran ke Eropa), saya nggak pake lama mikirnya. Hajaarrr!!! Sementara untuk pembayarannya, saya pernah memanfaatkan fasilitas cicilan kartu kredit, pernah juga tidak membayar penuh selama 2-3 bulan. Memang terkena charge, tapi masih bisa saya kontrol.
Kedua. Setelah tiket pesawat terbeli, mulai nyicil dikit-dikit beli tiket antar kota/negara. Tentunya sambil merancang itinerary dan memperhatikan tiket promo. Di Eropa ada maskapai Ryanair yang harga tiketnya sering tidak masuk akal. Sementara Easyjet dan Vueling sering menawarkan tarif cukup murah meskipun tidak sampai semurah Ryanair. Wizz Air juga sering menawarkan tarif sama murahnya dengan Ryanair. Tapi jaringan rutenya belum sebanyak Ryanair. Yang dimaksud nyicil itu maksudnya beli satu-satu. Jadi nggak sekaligus semua rute perjalanan dibeli tiketnya. Prosesnya sendiri bisa mencapai 3 bulan untuk pembelian seluruh tiket transportasi di Eropa.
 

Ryanair Sahabat Backpacker
 
Ketiga. Sejak nekat beli tiket pesawat, mulai rutin nabung untuk uang saku selama di Eropa.
Keempat. Tahan dulu hasrat traveling. Ya ini seperti pepatah “Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Bagi seorangtravel addict, sebulan aja nggak travelingrasanya bagaikan setahun. Tapi demi suatu mimpi besar (Eropa), nggak papa deh sakit-sakit sebentar.
Sekian dulu tips merencanakan perjalanan ke Eropa. Ada yang mau nambahin?
Disclaimer: Tips di atas semata-mata berdasarkan pengalaman pribadi. Jujur saja, yang saya lakukan itu sangat berisiko Kalau perencanaan kurang matang, bisa-bisa malah bangkrut. Sebaiknya dilakukan anak muda atau yang belum berkeluarga. Hehehe… 😀