Cerpen : Aku Mencintaimu,Kamu Tidak Perlu Tahu

Cerpen : Aku Mencintaimu,Kamu Tidak Perlu Tahu

Aku mencintaimu dan kamu tidak perlu tahu

Itulah cerita tentang Bumi,laki-laki seusia kita yang sedang diam-diam menyukai adik kelasnya.Namanya Mentari.

Hampir setiap hari Bumi mencuri pandang kepada Mentari, tapi namanya saja Mentari, setiap kali berusaha melihatnya , Bumi cepat-cepat menunduk, silau. Bumi selalu merasakan kehadirannya , merasakan kehilangannya ketika malam tiba.

Resah sekali laki-laki ini. Setiap hari tak pernah terlewatkan hatinya menyebut nama Mentari dan selalu lebih dari sekali , minimal 5 kali sehari.Aku yang mengenal Bumi , pernah menasihatinya , mengapa ia tak mengungkapkannya saja kepada Mentari,Bumi menolak mentah-mentah.

“Kau tau kawan,seandainya aku mengungkapkannya,akan ada banyak hal yang hancur”

Aku tidak mengerti,apanya yang hancur.

Paling tidak aku tahu jika Bumi mencintai Mentari sebagaimana dulu Ayahku pertama kali bertemu Ibu,malu-malu memandang,enggan-enggan mendekat.

Bumi,laki-laki dengan caranya sendiri.Mendekati Mentari dengan cara yang tidak pernah aku pahami.

“Aku mendekatinya dengan doa,kawan”

Ayolah,Mentari itu menarik sekali,auranya begitu dekat,kita bisa merasakan kehadirannya ketika memulai hari.Merasa begitu kesepian tanpanya di malam hari.Seolah kehilangannya adalah akhir dunia.

Tentu saja,kehilangan Mentari benar-benar akan menjadi akhir dunia bagi Bumi. Kisah yang kapan selesainya ini aku tak mengerti.Bumi tetap saja ditempatnya.

“Aku mencintainya dan dia tidak perlu tahu”

“Aku yakin,pada masanya. Tuhan sendiri yang akan memberitahu dan kami dengan sendirinya akan mendekat,bersabarlah untuk waktu itu kawan,bersabarlah”


Aku mengalah,gemas bukan main menasihati orang-orang seperti Bumi.Disaat penduduk planet ini mengungkapkan perasaannya semudah memesan es teh di warung makan.

Bumi enggan.Mentari tidak pernah tahu ,entah sampai kapan.

“Kira-kira,apa kamu tahu perasaan mentari ?”,Aku bertanya kepada Bumi.

“Aku yakin dia juga mencintaiku”

“Kau yakin sekali”

“Bukan cinta kalau ia tidak membuatmu yakin”,Bumi tersenyum begitu dalam.

Aku masih tidak mengerti apa yang dia katakan.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Alunan Rindu

Alunan Rindu

Hujan mengguyur bumi

Dingin pun menerpa tubuh

Teringat dikau nun jauh di sana

Rindu pun merebakkan semarak

Di atas katifah kurangkai nada

Alunan rindu menggamat kalbu

Tercipta untukmu kekasih hati

Ingatkah engkau akan diriku

Terpejam mata dalam lamunan

Bayangmu hadir menggoda mimpi

Pulanglah engkau dengan segera

Lepaskan rindu yang semakin menyayat

Lady Vhia

GO Sains 7th Class; April 26th, 2000; 04:42pm

(contoh cerpen)

Andra is a teenager who lives in a village far from the city . Andra live out his days as a teenager like her age . When 16-year -old Andra fall in love with a girl who was a village with him , but his love of travel is not going well despite the fact that the girl loves Andra .

Andra is a relationship with the girl about four months , but the relationship never make him happy because the girl is judged less attention and understand what he feels . Nevertheless , Andra still love the girl with all her heart and never once occurred to end the relationship with the girl.

Time passed , and Andra together with the girl still has not been seen as befits a pair of teenagers who are in love . Andra and one day decided to go out of town for work . When leaving the relationship status of adolescent girls are still dating , but as long as they are outside the city Andra never did because at the time the communication was quite difficult to communicate since at that time there were no cell phones .

A year passed , the girl may Andra would least expect anymore , but for Andra he missed the girl and always thought about it . Andra trying to figure out how so he can talk to the girl . His condition is very impartially , because at that moment Andra unlikely to return to the village for a number of reasons .

Andra trying to figure out the number of people in the village who could be contacted in the hope that the concerned want to call a girl . Nearly two years passed , and Andra finally managed to get the phone numbers of people in his village that later allowed him to speak with the girl .

What a tremendous joy when Andra could talk to the girl over the phone , even though the girl did not show the attitude of being missed him . However Andra very grateful and really feel a momentum which makes it infinitely happy after hearing the girl’s voice through the phone line.

Mermaid Love Story

Mermaid Love Story


Ariel is a mermaid , her 16 -year -old who is very interested in the human world . His hobby is collecting items from the shipwreck man with his best friend , Flounder . His father , King Triton , considers dangerous human world . The King often prohibit and scolding Ariel toying with the human world for fear of being caught by the hook Ariel humans . King Triton loves Ariel , youngest daughter . Ariel also had a friend , Scuttle , the seagull bird she is often questioned by Ariel about human goods . Ariel has a very beautiful voice , he just lazy practice . Sebastian ( the crab ) be a faithful friend Ariel .

One time , Ariel saw ship – skelter because of the storm . There is someone who falls off the boat and drowning . Ariel rush to save man . He is Prince Eric . Ariel sing a song because he fell in love with Eric and Eric was still unconscious before Ariel back into the sea . In the dream , there was a woman who saved Eric and bernanyi , Eric fell in love with her .

Ariel realized she would not be able to live with Eric , if he continues to be a mermaid . Ariel then meet Ursula , the sea witch . They negotiate and obtain end , Ariel and Ursula got legs get Ariel’s voice . Condition is Ariel to kiss Eric before sunset on the third day for men can be forever and if it fails , Ariel will go back into a mermaid without noise .

The next morning , Ariel washed up on the beach and found the royal guard Eric . They bring Ariel into the kingdom . Ariel establish a good relationship with Eric , including eating together , city streets and paddle boat together . When they almost kiss , pet eel Ursula dropped their boat . Ursula also transform itself into a beautiful girl with the voice of Ariel , named Vanessa . But Ariel mute that saves Eric because he did not swim .

The next night , Eric has decided to forgo her voice and loves Ariel Ariel silent . But , Ursula did not remain silent , he returned disguised as Vanessa . Eric was enchanted . The next day , Vanessa asks Eric to marry . Eric agreed .

Ariel is very sad . Scuttle know that Vanessa is Ursula in disguise . Ariel and her friends tried to prevent the marriage . Max , the dog Eric , breaking shells containing Ariel’s voice is used Ursula . Eric also realized that he was bewitched by Ursula and Ariel was able to speak again . ” Vanessa is Ursula . ” Cried Ariel .

Ursula is furious , fascinating sea to Ariel . The sun nearly set and the time is running out . Ursula also brought Eric to the seabed , because Ursula knew Ariel would save him . Sunsets and Ariel back into a mermaid . Triton and helps Ariel came in the face of Ursula . Akhrinya Ursula was defeated .

Triton realizes that her daughter really loves Eric . Ariel was transformed into a human being again . They were married on the ship while sailing . The mermaid dared to come to the surface ocean to celebrate the wedding of Ariel .

About love

I was the one who loved you even when you gave me thousands of reasons not to.

One of the best feelings in the world is when you hug the person you love, and they hug you tighter

I’m in love with you. And I’ve never been in love before. Because before I thought I was in love, when I was with other people. But then, I found out what it really was. And I have that with you. And I’m in love with you.

Nothing is better than a freaky, faithful, and fun relationship.

all in love with somebody who will never let you go to sleep wondering if you still matter.

Don’t regret loving someone who once made you happy.

I don’t like to admit when I have feelings for someone, because every time I do something goes wrong, so if I ever tell you I like you just know. It took me a lot of thinking and courage to get it out.

Hening di ujung senja

Ia tiba-tiba muncul di muka pintu. Tubuhnya kurus, di sampingnya berdiri anak remaja. Katanya itu anaknya yang bungsu. Kupersilakan duduk sambil bertanya-tanya dalam hati, siapa mereka berdua?

“Kita teman bermain waktu kecil. Di bawah pohon bambu. Tidak jauh dari tepi Danau Toba,” katanya memperkenalkan diri. Wau, kataku dalam hati. Itu enam puluh tahun yang lalu. Ketika itu masih anak kecil, usia empat tahun barangkali. “Ketika sekolah SD kau pernah pulang ke kampung dan kita bersama-sama satu kelas pula,” katanya melanjutkan. Aku tersenyum sambil mengangguk-angguk. Belum juga dapat kutebak siapa mereka. Ia seakan-akan mengetahui siapa mereka sesungguhnya. “Wajahmu masih seperti dulu,” katanya melanjutkan. “Tidakkah engkau peduli kampung halaman?” tanyanya. “Tidakkah engkau peduli kampung halamanmu?” tanyanya membuat aku agak risih. Dulu pernah keinginan timbul di hati untuk membangun kembali rumah di atas tanah adat yang tidak pernah dijual. Pelahan-lahan timbul ingatan di dalam benakku.

“Rumah kita dahulu berhadap-hadapan, ya?” kataku. Ia mengangguk. “Kalau begitu, kau si Tunggul?”

“Ya,” jawabnya dengan wajah yang mulai cerah.

Lalu ia mengatakan perlunya tanah leluhur dipertahankan. “Jangan biarkan orang lain menduduki tanahmu. Suatu saat nanti, keturunanmu akan bertanya-tanya tentang negeri leluhur mereka,” katanya dengan penuh keyakinan. “Kita sudah sama tua. Mungkin tidak lama lagi kita akan berlalu. Kalau kau perlu bantuan, aku akan menolongmu.”

“Akan kupikirkan,” kataku. “Nanti kubicarakan dengan adik dan kakak,” jawabku.

Pertemuan singkat itu berlalu dalam tahun. Pembicaraan sesama kakak-beradik tidak tiba pada kesimpulan. Masing-masing sibuk dengan urusan sendiri. Dan ketika aku berkunjung ke kampung halaman, kutemukan dia dengan beberapa kerabat dekat lainnya. Kudapati ia terbaring di tempat tidur, di ruangan sempit dua kali dua meter. Beberapa slang oksigen di hidungnya. Ia bernapas dengan bantuan oksigen. Matanya berkaca-kaca sambil mulutnya berkata, “Kudengar kau datang. Beginilah keadaanku. Sudah berbulan-bulan.” Agak sulit baginya berbicara. Dadanya tampak sesak bernapas. Aku tidak mungkin berbicara mengenai tanah itu. Kuserahkan persoalannya kepada keluarga dekat.

Dalam kesibukan, waktu jua yang memberi kabar. Seorang kerabat dekat, waktu berjumpa di Jakarta, berbisik padaku, “Tunggul sudah tiada, pada usia yang ke-67.”

“Oh, Tuhan,” kataku kepada diriku sendiri. Kami lahir dalam tahun yang sama. Sebelum segala sesuatu rencana terwujud, usia telah ditelan waktu! Giliranku? bisikku pada diriku.

***

Rendi selalu datang dalam mimpi. Diam-diam, lalu menghilang. Dahulu ia teman sekantor. Tetapi, karena mungkin ingin memperbaiki nasib, ia mengirim istrinya ke Amerika, justru ingin mengadu nasib. Ia menyusul kemudian, dengan meninggalkan pekerjaan tanpa pemberitahuan. Lewat Bali, Hawaii, ia sampai ke California. Di negeri penuh harapan ini ia memulai kariernya yang baru, bangun subuh dan mengidari bagian kota, melempar-lemparkan koran ke rumah-rumah. Entah apalagi yang dilakukannya, demi kehidupan yang tidak mengenal belas kasihan.

Setahun berada di sana, ia kehilangan istrinya, derita yang membawa duka karena kanker payudara. Sepi merundung hidupnya, di tengah keramaian kota dan keheningan pagi dan senja, membuatnya resah. Barangkali hidup tidak mengenal kompromi. Kerja apa pun harus dilakukan dengan patuh. Tetapi usia yang di atas enam puluhan itu cukup melelahkan untuk bertahan hidup. Tiada kawan untuk membantu. Semua bertahan hidup harus berkejaran dengan waktu. Dari agen koran subuh, sampai rumah jompo dari siang sampai senja, lalu pulang ke apartemen, merebahkan diri seorang diri, sampai waktu mengantar subuh dan mengulangi ritual siklus kehidupan.

Dari kesunyian hati itu, ia cuti ke tanah air, untuk mencari teman hidup pada usia senja.

Tetapi, dalam kesunyian di tanah air, ia mengembara seorang diri, dengan bus dan kereta api. Seperti seorang turis, suatu senja, entah serangan apa yang mendera dadanya, barangkali asmanya kumat. Ia terkulai di ruang hajat. Di sebuah stasiun kereta, petugas mencoba membuka kamar toilet. Menemukan kawan itu dalam keadaan tidak bernyawa. Identitas diketahui dengan alamat di Los Angeles. Petugas stasiun menghubungi nama yang tertera di Los Angeles. Dari Los Angeles datang telepon ke alamat di Bandung. Dari Bandung berita disampaikan kepada anaknya, tetapi kebetulan sedang ke Paris. Jenazah dibawa ke rumah anaknya, dan dimakamkan kerabat dekat yang ada di kota “Y”.

Tragis, pada usia ke-64 itu, ia mengembara jauh merajut hidup, tapi ia berhenti dalam kesepian, jauh dari kenalan dan kerabat. Beberapa kenalan saja yang menghantarnya ke tempat istirah.

Terlalu sering ia datang di dalam mimpi yang membuatku galau.

***

Beberapa waktu kemudian, aku mendapat SMS. Aku berhenti di pinggir jalan ramai dan mencoba membaca berita yang masuk.

Lusiana baru saja meninggal dunia. Tutup usia menjelang ulang tahun ke-61.

Besok akan dimakamkan. Kalau sempat, hadirlah.

Lusiana seorang sekretaris eksekutif yang hidup mati demi kariernya. Ia lupa kapan ia pernah disentuh rasa cinta, sampai cinta itu pun ditampiknya. Menjelang usia renta, ia menyaksikan ayah dan ibunya satu demi satu meninggalkan hidup yang fana. Juga abangnya, pergi mendadak entah menderita penyakit apa. Karier tidak meninggalkan bekas. Tidak ada ahli waris. Kawan-kawan meratapinya, dan melepasnya dalam kesunyian hati.

Hening di atas nisannya. Burung pun enggan hinggap dekat pohon yang menaungi makamnya.

Tidak biasa aku berlibur dengan keluarga. Kepergian ini hanyalah karena anak yang hidup di tengah keramaian Jakarta, yang berangkat subuh dan pulang menjelang tengah malam dari kantornya. Ada kejenuhan dalam tugasnya yang rutin, membuat ia mengambil keputusan libur ke Bali bersama orang tua. Aku yang terbiasa masuk kantor dan pulang kantor selama puluhan tahun, kerapkali lupa cuti karena tidak tahu apa yang harus dilakukan waktu cuti. Dan kini, aku duduk di tepi laut Hindia, menyaksikan ombak memukul-mukul pantai, dan sebelum senja turun ke tepi laut, matahari memerah dan bundar, cahaya keindahan Tuhan, sangat mengesankan ratusan orang dari pelbagai bangsa terpaku di atas batu-batu.

Tiba-tiba ada dering di HP istriku, sebuah SMS dengan tulisan:

Tan, Ibu Maria baru saja meninggal dunia. Kasihan dia. Di dalam Kitab Sucinya banyak mata uang asing.

Ibu Maria menyusul suaminya yang sudah bertahun-tahun meninggal dunia, dalam usianya yang ke-72. Ia pekerja keras sepeninggal suaminya yang dipensiunkan sebelum waktunya. Suaminya meninggal dalam usia ke-67 saat anaknya berpergian ke luar negeri dan tidak hadir ketika penguburannya.

Ibu Maria meninggal mendadak.

***

Aku baru saja menerima telepon dari kakakku yang sulung, dalam usianya yang ke-78. Kudengar suaranya gembira, walaupun aku tahu sakitnya tidak kunjung sembuh. Kalimat terakhirnya dalam telepon itu berbunyi: Tetaplah tabah, Dik. Kamu dan anak-anakmu, semua anak cucuku dan buyut, supaya mereka tetap sehat….

Dan tadi pagi, aku teringat. Usia menjelang ke-70, walaupun sebenarnya belum sampai ke situ, aku bertanya-tanya kepada diriku, jejak mana yang sudah kutoreh dalam hidup ini, dan jejak-jejak apakah yang bermakna sebelum tiba giliranku?

Aku tepekur.

Hening di ujung senja.

Let’s get excited!!!

ways to pump up your axcitement: 

say something positive 

Kalau kita bilang bahwa hari ini memang lagi sial dan nyebelin, secara nggak sadar kita hanya akan memperkuat perasaan negative yang punya. Just be careful of what your going to say. Memulai hari dengan full of excitement pasti berpengaruh sama mood kalau harimu lagi buruk banget, usahakan untuk mengatakan sesuatu dengan cara positif.

Greet People First 

Apa sih yang akan dilakukan orang excited kalau ketemu orang? Apakah dia cuma akan diam atau nunggu dulu orang lain ditegur duluan? Nope! Orang yang penuh semangat pasti terpancar dari tindak tanduknya, especially when they meet other people. Kemungkinan besar, orang yang bersemangat akan menyapa orang lain terlebih dahulu. Mereka bukannya terlalu banyak energy, tapi spirit ini nih yang bikin orang excitide nggak ragu untuk nyapa orang lain duluan. So, you start your exciting day by greeting people fist!